Beragam Jenis Penyakit Saraf

Neuropati

Kesehatan menjadi hal penting yang harus kita perhatikan dengan baik agar selama hidup. Ketika kesehatan terganggu, beragam jenis kegiatan yang semestinya diselesaikan dengan baik tidak dapat kita lakukan. Ketika mengalami penyakit saraf misalnya, akan ada banyak pekerjaan yang terbengkalai akibat dampak yang dihasilkan dari penyakit tersebut.  Penyakit yang terjadi pada saraf dapat terjadi jika saraf mengalami gangguan atau kerusakan. Tidak hanya akan menimbulkan rasa nyeri, sakit saraf dapat pula menimbulkan pergerakan yang terbatas, kesulitan untuk berpikir dan ingatan yang terganggu. Jika dampak dari sakit saraf tidak segera diredakan, kondisi saraf yang terganggu akan mengalami kerusakan yang cukup parah sehingga tidak lagi dapat dimanfaatkan dengan semestinya. Penanganan dengan membatasi autoimun merupakan salah satu jenis pengobatan sakit saraf yang biasa dilakukan oleh penderita.

Salah satu jenis penyakit yang berkaitan dengan saraf adalah neuropati. Fungsi saraf yang menurun merupakan penyebab utama terjadinya neuropati. Neuropati sendiri sering ditemukan pada mereka yang memasuki usia 40 tahun ke atas. Bagian tubuh yang sering diterpa dengan penyakit neuropati adalah kaki dan tangan. Mereka yang mengalami neuropati akan merasakan kesemutan, mati rasa, lemahnya anggota gerak, kaku pada otot dan rasa kebas. Jika diperhatikan dengan baik, neuropati dapat terjadi akibat melakukan kebiasaan yang dilakukan berulang kali. Berikut ini merupakan macam kebiasaan yang dapat memicu terjadinya sakit saraf dan neuropati:

1. Mengetik dengan posisi tubuh yang salah

Mengetik dengan posisi tubuh yang salah

Posisi tubuh yang salah dapat menyebabkan trauma pada tangan. Trauma ini dikenal dengan carpal tunnel syndrome. Jika kebiasaan mengetik dilakukan dengan posisi yang salah, neuropati dan sakit saraf dapat terjadi.

2. Kebiasaan berjongkok

Kebiasaan berjongkok

Ketika kita jongkok, saraf kaki akan mengalami penekanan. Berjongkok dalam waktu yang lama dapat menimbulkan rasa kebas, mati rasa dan kesemutan. Tak mengherankan, berjongkok dalam kurun waktu yang lama dapat menimbulkan sakit saraf dan neuropati.

3. Duduk bersila

Duduk bersila

Terlalu lama menghabiskan waktu untuk duduk bersila dapat menyebabkan tekanan pada saraf. Sama halnya dengan berjongkok, bersila yang dilakukan dalam waktu lama dapat memicu penyakit saraf.

Neuropati dapat diatasi dengan mengkonsumsi sumber makanan yang mengandung vitamin B. Kacang-kacangan, oatmeal, ikan tuna dan daging sapi  merupakan sumber makanan yang dapat kita asup untuk mendapatkan vitamin B. Selama sumber makanan tersebut dikonsumsi secara rutin, neuropati dapat sembuh dengan sendirinya. Tidak hanya sumber makanan alami, vitamin B dapat pula kita temukan pada Neurobion. Neurobion merupakan produk vitamin B komplek yang dikemas dalam bentuk tablet. Kandungan vitamin B1, B6 dan B12 yang dimiliki oleh Neurobion mampu menjaga kesehatan saraf dengan baik. Tidak hanya dapat mengatasi neuropati, Neurobion dapat pula digunakan untuk mengatasi anemia dan rasa pegal pada otot. Untuk mendapatkan manfaat dari Neurobion, kita hanya perlu mengkonsumsinya satu kali dalam sehari.

Penyakit Saraf

Neuropati bukan satu-satunya jenis penyakit yang berkaitan dengan saraf. Kesehatan saraf yang terganggu dapat pula menimbulkan penyakit serangan jantung. Hal tersebut merupakan dampak dari ketidakmampuan saraf merasakan rasa sakit pada bagian dada. Selain serangan jantung, hiperhidrosis menjadi penyakit lainnya yang diakibatkan oleh sakit saraf. Ketika kita mengalami penyakit ini, kita nantinya tidak dapat merasakan perubahan suhu yang berada di sekitar. Dampak dari penyakit ini adalah jumlah keringat yang keluar dalam jumlah berlebih. Berikut ini merupakan jenis penyakit lainnya yang dapat timbul aibat sakit saraf:

1. Disfungsi kandung kemih

Saraf yang terganggu tidak mampu memberikan rangsangan untuk mengeluarkan air seni. Kondisi ini membuat saluran kemih tidak dapat bekerja dengan semestinya sehingga terjadi disfungsi kandung kemih.

2. Sembelit

Penyakit lain yang dapat timbul akibat sakit saraf adalah sembelit. Serupa dengan disfungsi kandung kemih, sel saraf yang rusak dan berkaitan dengan sistem pencernaan tidak dapat bekerja dengan semestinya sehingga penderita akan merasa kesulitan untuk buang air besar.

3. Akalasia

Akalasia merupakan penyakit dimana sistem imun menyerang sel-sel yang sehat. Sel saraf yang rusak akan menimbulkan kelumpuhan, rasa kebas, kesemutan dan kelemahan pada otot.

4. Stroke

Penyakit stroke dapat terjadi ketika pembuluh darah mengalami gangguan.

Untuk mengobati sakit saraf, kita tidak hanya membutuhkan asupan vitamin B saja melainkan melakukan pengobatan secara medis apabila sakit saraf mengalami peningkatan. Dokter spesialis saraf merupakan tujuan utama untuk melakukan pengobatan sakit saraf. Ketika akan memutuskan untuk berkonsultasi dengan dokter saraf, ada beberapa persiapan khusus yang harus disiapkan. Hal-hal yang harus dipersiapkan antara lain:

1. Riwayat kesehatan lengkap

Riwayat kesehatan dapat berupa foto rontgen, tes laboratorium, CT scan, EMG, MRI atau EEG yang pernah dilakukan sebelumnya.

2. Jenis obat-obatan yang pernah dikonsumsi

Selama melakukan konsultasi, kita juga harus menjelaskan kepada dokter mengenai jenis obat-obatan yang pernah dikonsumsi ketika mengalami sakit saraf. Dengan begitu, dokter nantinya akan mengenal akan terapi pengobatan yang dilakukan.

3. Surat rujukan

Persiapan lain yang harus dipersiapkan sebelum melakukan pengobatan medis dan berkonsultasi dengan dokter adalah menyiapkan surat rujukan. Surat ini merupakan panduan awal yang menjelaskan kondisi pasien.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *