Kawah Putih, Eksotisme Bandung Selatan

Kawah Putih Ciwidey
Kawah Putih Ciwidey

Bandung selatan memiliki struktur geografi mirip dengan Bandung utara. Sama-sama berupa pegunungan dan hutan. Perbedaannya adalah komponen alam serta kekhasan lainnya seperti kebiasaan masyarakatnya. Jika di Bandung Utara terdapat Gunung Tangkuban Parahu, di Bandung Selatan atau tepatnya di kawasan Ciwidey ada Kawah Putih. Tempat yang terkenal eksotik itulah tujuan jalan-jalan saya kali ini.

Sekitar satu jam waktu untuk mencapai Kawah Putih. Pemandangan alam yang elok masih sering saya temukan di sepanjang jalan yang bekelok. Sayangnya jalan menuju ke sana relatif sempit. Bukan karena padatnya arus kendaraan, tapi memang ukuran jalannya yang kurang lebar, terutama setelah melewati kawasan alun-alun Soreang. Alhasil, saat sebuah bis melewati tikungan, kendaraan dari arah berlawanan harus mulai mengurangi kecepatan jauh sebelum sampai pada tikungan yang sama. Tapi inilah Jawa Barat. Samping kiri dan kanan jalan masih dihiasi tebing dan jurang yang curam. Meski terlihat menyeramkan, tapi sungguh memberikan pemandangan yang alami dan mengasyikan.

Sampai di pasar Ciwidey tampak beragam oleh-oleh khas terpajang di sana. Tapi nanti saja kalau mau memborong saat pulang. Tak terasa kendaraan pun mulai memasuki kawasan hutan. Ruas jalan mulai mendaki. Di sisi kanan dan kiri mulai tampak pepohonan berdiri tegak menjulang. Saya pun melihat arah petunjuk jalan menuju Kawah Putih.

Sampai juga akhirnya di depan gerbang Kawah Putih. Gerbang yang berada di area datar ini memiliki suasana yang luar biasa memikat. Sambil menikmati semilir angin pengunungan, tenggorokan segera saya basuh dengan orange juice yang dibawa dari rumah. Waaah…segarnya. Andai saja bisa hidup seperti ini setiap hari dengan lingkungan yang bersih dan makanan serta minuman bergizi.

Puas menikmati pemandangan di luar, saya lanjutkan perjalanan memasuki gapura. Kawah Putih merupakan danau kawah yang terbentuk di atas Gunung Patuha dengan ketinggian 2.434 meter di atas permukaan laut. Konon kawah tersebut terbentuk akibat letusan Gunung Patuha sekitar abad ke-10 dan abad ke-12. Banyak sekali cerita yang mengiringi popularitas dari Kawah Putih, di antaranya tentang asal usul nama gunung Patuha yang menurut masyarakat berasal dari kata Pak Tua. Akses menuju kawah lumayan jauh dari gerbang tempat saya menikmati minuman tadi. Cenderung mendaki hingga kendaraan harus ektra tenaga. Bahkan untuk sepeda motor disarankan menggunakan gigi satu.

Dahulu Gunung Patuha terkenal sangat angker. Banyak cerita yang beredar bahwa tak ada seekor burung pun yang berani terbang di atasnya. Sampai akhirnya seorang Belanda yang lahir di Jerman bernama Dr. Franz Wilhelm Junghuhn memecahkan misteri tersebut pada sekitar tahun 1809. Demi sebuah penelitian, Junghuhn menembus Gunung Patuha sampai ia menemukan sebuah danau kawah yang indah. Dengan beberapa fenomena seperti bau belerang dan semburan gas yang menusuk hidung, Junghuhn menyimpulkan bahwa fenomena alam inilah yang membuat hewan seperti burung enggan mendekat atau bahkan terbang melintas di atasnya.

Saat ini masyarakat dan para wisatawan hanya tahu jika kawah yang terdapat dipuncak Gunung Patuha begitu indah. Jika dilihat lebih detail lagi ada banyak pemandangan yang bisa membuat kita takjub. Jika sudah begini, rasanya jauh dari sifat serakah akan eksploitasi dan perusakkan alam, yang ada malah hati tak henti-hentinya bersyukur atas kekuasaan dan kehebatan akan maha karya sang Pencipta.

Banyak pengunjung yang berdatangan dari dalam dan luar kota. Bahkan tak sedikit rambut pirang dan kulit kemerahan yang menandakan wisatawan asing turut berbaur menikmati keindahan Kawah Putih. Beberapa sudut di area ini sangat bagus untuk pengambilan foto. De-ngan bantuan rekan, saya coba beberapa pose pemotretan untuk koleksi pribadi atau sekedar upload ke facebook seperti anak-anak gaul. Sedikit agak narsis sepertinya tak masalah, haha…!

Hamparan belerang dan bebatuan berwarna putih lumayan sangat unik, hampir mirip pasir putih di tepi pantai. Terlebih di ujung hamparan ini juga terdapat genangan air (danau) yang berwarna kehijauan yang menurut cerita warna ini dapat berubah-ubah tergantung cuaca dan cahaya matahari. Tapi jika tengah hari seperti ini pantulan cahaya matahari bisa menyilaukan mata. Untungnya saya tak pernah lupa membawa kacamata berwarna gelap, jadi cukup aman sekaligus bisa bergaya.

Keindahan kawah memang bukan sekedar cerita belaka. Hari ini saya membuktikannya. Hamparan belerang dan pasir berwarna putih, air danau yang biru kehijauan serta hutan yang mengelilingi sungguh satu perpaduan yang sangat sempurna. Tak terasa sekitar dua Jam saya berada di tempat ini. Puas sekali rasanya menikmati pemandangan Kawah Putih, beragam cerita sudah terbukti meski ini baru beberapa bagian dari eksotisme Bandung Selatan.

Saatnya pulang, berbagai perlengkapan seperti kamera siap dikemas. Tak lupa sampah bekas makanan dibuang ke tempat yang disediakan pengelola objek wisata, jangan sampai alam nan indah ini kotor akibat ulah kita. Tepat pukul 14.00 saya meluncur menuju Bandung, ada yang menanti di pasar Ciwidey. Ya, oleh-oleh khas daerah ini. Namun sebelum menuju pasar, saya mampir ke salah satu perkebunan strawberry yang terhampat di sepanjang jalan. Di sini saya bisa memetik buah strawberry segar sepuasnya, langsung dari kebunnya pula. Ingin sekali menikmati jus dan aneka olahan berbahan strawberry di sana, tapi mungkin lain kali saja dengan waktu yang lebih khusus lagi.

Sejak dahulu Ciwidey terkenal dengan kalua jeruk. Sejenis manisan kering yang terbuat dari kulit jeruk bali. Rasanya manis legit, bagian luarnya yang kenyal seperti agar-agar kering sangat cocok dinikmati dengan teh hangat. Makanan unik dan khas ini saya dapatkan di pasar Ciwidey yang pembuatannya masih sangat tradisional. Saya pun langsung membeli bebrapa bungkus untuk dibawa pulang. Sebenarnya banyak sekali oleh-oleh khas Ciwidey selain Kalua Jeruk, di antaranya ada borondong dan kurupuk yang hanya ada di Ciwidey. Puas rasanya saya berbelanja oleh-oleh, tinggal perut keroncongan yang harus segera diselamatkan. Aaaah…saya teringat dengan bebek panggang yang ada di Jalan Kopo.

Setengah jam cukup kuat untuk menahan lapar sampai di rumah makan Bebek Gentong yang berada di Jalan Kopo Katapang. Pak Indra, sang manager menyambut saya dan tak banyak buang waktu lagi menu andalan Bebek Gentong siap di meja. Bebek panggang di sini memang luar biasa nikmat, dagingnya empuk dan tidak berbau amis/anyir. Inilah menu yang Pak Indra jagokan di rumah makan yang dikelolanya ini. Soal rasa, memang mantap. Waktu menunjukkan pukul lima sore, saatnya pulang. Terima kasih Tuhan, beribu kenikmatan telah kau anugerahkan hari ini kepadaku. (FloodLove.NET)

Berwisata Sambil Belanja di Kota Fesyen Bandung

Berbagai jenis model pakaian dengan trend terbaru dijual di factory outlet Kota Bandung bukan saja memiliki julukan sebagai kota pendidikan, ia pun memiliki julukan lain sebagai kota fesyen dan wisata belanja. Tampaknya julukan sebagai kota fesyen sudah terasa kental di telinga para pelancong. Ini terbukti dari kunjungan wisatawan dari luar Kota Bandung, yang “diburu” adalah FO dan Distro yang mulai bisa didapat dari mulai kawasan Dago-Merdeka-Martadinata sampai di pusat pertokoan Pasar Baru Trade Center. Banyak pilihan.

Bagi wisatawan Jakarta yang kebetulan sering ber-weekend dan liburan di Bandung, baik dalam rangka bisnis mau pun relaks sudah mengenal di mana tempat-tempat belanja fesyen. Pelancong Jakarta dengan seleranya masing-masing tahu kemana mereka harus belanja. Kebanyakan memang anak-anak muda dan remaja yang menyempatkan diri relaks di Kota Bandung.

Ada yang senang “berpetualang” di kawasan Dago dengan merk-merk yang ngetren. Mencari fesyen yang sekiranya cocok dengan selera. Jika terasa agak leleh, mereka pun relaks di rumah makan/restoran sambil menghirup udara segar kawasan Dago. Di kawasan Jl. Merdeka mereka pun bisa memilih tempat belanja fesyen. Tampaknya di kawasan ini juga banyak pilihan dengan tempat parkir aman. Untuk sekedar relaks karena letih mencari fesyen yang diinginkan, tersedia pilihan restoran/rumah makan atau coffee corner.

Demikian halnya dengan kawasan Jl. Martadinata. Di kawasan ini pun banyak pilihan yang mengesankan dan membuat puas mereka yang menginginkan fesyen. Wisatawan Jakarta terkenal dengan kegemarannya mencari sensasi yang aneh-aneh. Kebetulan pula warga Bandung terkenal kreativitas dalam mendesain model yang diperkirakan disenangi masyarakat.

Kreativitas masyarakat ini membuahkan hasil dalam pengembangan ekonomi masyarakat. Ekonomi rakyat ini akan mampu mendorong perekonomian kota dan bahkan regional. Imbasnya, tentu saja terdongkraknya pendapat asli daerah yang nota bene berimbas untuk kepentingan masyarakat juga. Pariwisata memang sektor yang mampu mendongkrak segala lini ekonomi. Tidak pula terpengaruh dengan resesi.

Kota Wisata Belanja

Pelancong pun memanfaatkan kesempatan berwisata ke Kota Bandung, tidak sekedar untuk relaks semata, melainkan juga berkeinginan membalanjakan isi koceknya untuk kenangan jika mereka pulang ke rumahnya. Sebab, yang berada di rumah biasanya berharap ayah-ibu atau keluarganya membawa sekedar oleh-oleh berupa barang atau makanan khas.

Mereka pun tahu di mana membelanjakan isi koceknya. Di Kota Bandung ada dua kawasan yang memiliki tempat belanja dengan barang-barang yang lengkap. Kawasan Pasar Baru Trade Center dan kawasan Cihampelas. Di dua kawasan ini para wisatawan akan merasakan puas karena apa yang diinginkannya tersedia dengan jangkauan yang dekat. Tanpa harus berlama-lama mencari. Kebetulan pula harga barang-barang di kedua kawasan itu sangat miring jika dibandingkan dengan di daerahnya sendiri, begitu pula model dan motifnya sangat mengena di hati para pelancong.

Di kawasan Pasar Baru juga tersedia aneka kuliner yang bisa dijadikan oleh-oleh untuk keluarga di rumah. Oncom goreng dengan harga yang bersaing dan cita rasa yang mengena di selera para pelancong, begitu laris terjual dan para pelancong dengan suka cita kembali ke rumahnya dan bisa membagikan oleh-oleh. Selain oncom goreng juga tersedia oncom mentah untuk dimasak di rumahnya. Tahu Cibuntu juga banyak tersedia di sekitar itu. Banyak pelancong yang memanfaatkan kesempatan sekali pergi, tiga-empat tempat dapat dikunjungi sambil rarebo dengan oleh-oleh yang ditunggu di rumah.

Yang kecipratan rejeki dari kunjungan wisatawan ke Kota Bandung bukan saja para pedagang di kawasan Pasar Baru atau Cihampelas. Para pedagang kecil yang berjualan di trotoar pun seperti pedagang cireng, baso tahu, batagor atau peuyeum alias tape, pedagang topi atau sabuk juga kecipratan rejeki. Bahkan, penjual jasa seperti tukang parkir dengan setia melayani pemilik kendaraan bermotor. Koceknya terisi dan bisa membawa pulang sejumlah uang ke rumah yang ditunggu keluarga.

Kota Bandung ternyata memiliki daya tarik yang luar biasa. Wisatawan merasakan puas dengan menghirup udara segar Kota Bandung sambil belanja dan membawa pulang oleh-oleh untuk keluarga. Mudah-mudahan dengan perkembangan wisata di Kota Bandung, ekonomi kerakyatan akan terus terdongkrak yang pada akhirnya mampu menyejahterakan segenap warga. (Tim Blogger Serabutan)

7 Kebiasaan Unik Warga Jogja yang Perlu Kamu Tahu

Kebiasaan Unik Warga Jogja yang Perlu Kamu Tahu – Siapa yang tidak kenal Jogja sebagai kota pelajar dan kota budaya ini? orang yang berkunjung kesini akan merasa tidak rela jika harus meninggalkan kota seribu kenangan sekaligus saksi sejarah kemerdakaan RI. Jogja kota yang unik dan asik begitupun dengan kebiasaan masyarakat disini. Warga yang begitu ramah dan sopan membuat kita harus tinggal disini.

Kebiasaan unik sekaligus mengenal budaya Jogja tidak ada salahnya, supaya kamu menambah wawasan akan kayanya budaya Indonesia. Jogja yang masih memegang teguh budayanya menjadi sasaran para turis asing untuk mendatanginya sekaligus balajar kebudayaan Indonesia.

  1. Jemparingan
Jemparingan
Jemparingan

Jemparingan merupakan olahraga panahan tradisional khusus untuk daerah Jogja dan Jawa Tengah. Yang membedakan dengan olahraga memanah biasanya, jemparingan ini menggunakan ritual yang biasa menjadi daya tarik turis asing. Jemparingan sendiri merupakan bahasa Jawa yang berarti panah dan awalnya hanya untuk latihan para prajurit keraton. Tapi seiring berjalannya waktu kegiatan ini dijadikan olahraga.

Olahraga seni tersebut rutin diselenggarakan oleh pihak Keraton Kesultanan Yogyakarta. Kegiatan ini dilakukan setiap 35 hari sekali yang bertepatan dengan hari lahir Sri Sultan Hamengku Buwono X dan biasanya bertempat di Lapangan Kemandungan Kidul, Kraton Kasultanan Yogyakarta atau Alun Alun Selatan Yogyakarta. Untuk peserta yang dilibatkan dalam lomba tidak terbatas bahkan suku bangsa lain bisa mengikutinya.

  1. Grebeg
Grebeg
Grebeg

Grebeg merupakan tradisi masyarakat Jogja yang sudah turun temurun dan rutin diadakan oleh Keraton Kesultanan Yogyakarta setiap bulan Rabiul Awal penanggalan Hijriyah yaitu saat maulid Nabi Muhammad SAW. Upacara Grebeg ini pertama kali dikenalkan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono I dengan tujuan untuk tetap menyebarkan dan melindungi agama Islam.

Dalam setahun kegiatan ini dilakukan 3 kali yaitu Grebeg Syawal, Grebeg Maulud dan Grebeg Besar. Ketiga Grebeg tersebut bertepatan pada penanggalan hari besar Islam. Grebeg Syawal sebagai bentuk rasa syukur keraton setelah bulan puasa, Grebeg Maulud sebagai peringatan kelahiran Nabi Muhammad saw, dan Grebeg Besar untuk menyelenggarakan Idul Adha.

  1. Pasar Malam Sekaten
Pasar Malam Sekaten
Pasar Malam Sekaten

Sekaten selalu hadir saat akan memperingati hari Maulid Nabi. Hal ini tidak pernah lepas dengan tradisi grebeg. Jadi grebeg dan pasar malam Sekaten merupakan tradisi Jogja untuk memperingati hari lahirnya Nabi Muhammad SAW. Awalnya acara ini sebagai syi’ar Agama Islam oleh Sri Sultan Hamengku Buwono I kepada masayarakat Yogyakarta. Tetapi Sekaten ini lebih condong kepada pesta rakyat dibandingkan syi’ar Agama Islam.

Pasar Sekaten ini bertempat di Alun-alun Utara Keraton Yogyakarta selama satu bulan penuh. Pasar malam Sekaten ini merupakan perpaduan antara kegiatan dakwah Islam dan seni. Dakwah Islam dilakukan di Masjid Agung Kauman dan untuk pertunjukan seni di areal pasar malam. Seperti pasar malam pada umumnya, Pasar malam Sekaten ini juga dipenuhi oleh para penjual makanan, pakaian, permainan dan berbagai stan lainnya.

  1. Tumplak Wajik
Tumplak Wajik
Tumplak Wajik

Selain grebeg dan pasar malam sekaten, suatu upacara numplak wajik diadakan dua hari sebelum acara Grebeg Muludan. Upacara ini berupa permainan lagu dengan memakai kentongan, lumpang, dan semacamnya yang menandai awal dari pembuatan gunungan yang akan diarak saat acara Grebeg Muludan. Upacara Tumplak Wajik adalah upacara pembuatan wajik yaitu makanan khas yang terbuat dari beras ketan dengan gula kelapa.

Upacara ini dihadiri oleh pembesar Keraton dan dilengkapi dengan sesajian. Sebelum Upacara Tumplak Wajik dimulai terlebih dahulu memanjatkan doa keselamatan yang dipimpin oleh Penghulu Keraton. Setelah selesai berdoa kemudai wajik ditumpahkan untuk dibuat kerangka gunungan. Setelah proses ini selesai abdi dalem perempuan mengoleskan dlingo bangle atau empon-empon berwarna kuning di sekitar wajik. Proses tumplak wajik ini mengawali pembuatan gunungan yang akan diperebutkan dalam upacara grebeg.

  1. Saparan Bekakak
Saparan Bekakak
Saparan Bekakak

Sebuah ritual yang berlangsung sudah sangat lama dan digelar sebagai bentuk permohonan keselamatan warga Gamping. Menjadi hal yang menarik dalam ritual ini yaitu sepasang pengantin bekakak akan diarak menuju tempat penyembelihan yaitu Gunung Gamping dan Gunung Kiling. Upacara ini cukup terkenal dan sudah berlangsung sejak pemerintahan Sri Sultan Hamengku Buwono I yang dilaksanakan di Desa Ambarketawang, Gamping.

Tradisi ini bermula dari kisah sepasang pengantin yang hampir meninggal di Gunung Gamping. Konon saat Sultan HB I pindah dari Ambarketawang ke Keraton yang baru ada seorang abdi dalem yang tidak ikut pindah dan memilih untuk tinggal di Amabarketawang. Abdi dalem tersebut melakukan penggalian batu kapur untuk membangun Keraton Yogyakarta. Namun penggalian tersebut kerap menelan korban termasuk Abdi dalem tersebut.

Sejak saat itulah Sultan mencari petunjuk mengapa hal ini terjadi dan beliau melakukan tapa di kawasan Gunung Gamping. Dalam tapanya Sultan mendapat wisik dari setan penunggu Gunung Gamping. Setan penunggu meminta sepasang pengantin untuk di korbankan di tempat itu. Sultan pun menyetujui permintaannya namun delakukan dengan tipu muslihat, yaitu pengantin yang dikorbankan adalah sepasang pengantin bekakak yang terbuat dari tepung ketan dan sirup gula merah.

  1. Labuhan
Labuhan
Labuhan

Sebuah upacara yang diadakan setiap peringatan Jumenengan Dalem ke Parangkusumo. Labuhan sendiri berasal dari kata labuh yang artinya larung yaitu membuang sesuatu ke dalam air (sungai atau laut). Pada masa pemerintahan Senapati raja merasa perlu untuk mencari dukungan moril untuk memperkuat kedudukannya. Dukungan tersebut didapat dari Kanjeng Ratu Kidul.

Akhirnya keduanya terjadi perjanjian kerja sama yang pada intinya Kanjeng Ratu Kidul bersedia membentuk segala kesulitan Panembahan Senapati. Sebagai imbalan Panembahan Senapati memberikan persembahan yang diwujudkan dalam bentuk upacara Labuhan. Selanjutnya upacara labuhan menjadi tradisi Kerajaan Mataram. Karena Kanjeng Ratu Kidul dianggap hidup sepanjang masa, maka para raja pengganti tetap melestarikan tradisi ini.

Ada empat waktu pelaksaan upacara Labuhan, yaitu satu hari setelah penobatan seorang raja (jumenengen), satu hari setelah ulang tahun penobatan raja yang bertahta pada saat itu, dilakukan delapan tahun sekali dan pelaksanaannya bersamaan dengan waktu labuhan yang diadakan satu hari setelah ulang tahun penobatan, dan yang keempat dilakukan sesuai kondisi saat putera atau puteri Sultan menikah.

  1. Gerobak Sapi Hias
Gerobak Sapi Hias
Gerobak Sapi Hias

Membawa hewan peliharaan berupa sapi ke tempat penjualan berupa pasar umumnya menggunakan mobil atau truk, tapi di Jogja ada hal unik. Setiap hari pasaran, di Pasar Jangkang, Sleman ada tradisi membawa sapi menuju pasar dengan gerobak sapi hias. Gerobaknya sangat sederhana berbahan dasar bambu dan kayu juga dihias cantik menggunakan cat warna-warni dilengkapi dengan pernak-pernik sesuai selera pemilik gerobak tersebut. Gerobak Sapi ini hias ini parkir berjejer di lapangan dekat pasar.

Itu dia tadi 7 kebiasaan atau lebih tepatnya acara tradisi yang masih sering diselenggarakan di Jogja. Selain di Jogja, kota-kota lain juga punya kok acara-acara semacam ini. Contohnya, kalau kamu tinggal di Jakarta, pasti pernah kan menghadiri acara pawai ondel-ondel atau acara-acara kesenian lainnya. Kalau kamu tinggal di Jakarta, jangan lupa juga kamu pilih tempat tinggal yang nyaman dan aman, biar tetep terasa adem seperti kalau tinggal di Jogja. Salah satu tempat yang reccomended untuk tempat tinggal di Jakarta adalah Apartemen Kalibata City. Apartemen dengan konsep modern ini lengkap fasilitasnya dan terjangkau harga sewanya. Simak lebih banyak tentang apartemen ini di aplikasi atau website Mamikos.

Wisata Hiburan di Dago Bowling

Pernahkah anda bermain bowling? Atau justru anda seorang bowling mania? Jika ya, mungkin anda sudah tidak asing lagi dengan Dago Bowling. Satu tempat bermain disebuah mall ini memang cukup memiliki daya tarik yang sangat tinggi dari berbagai kalangan dan usia.

Dago Bowling
Dago Bowling

Dago Bowling merupakan salah satu tempat bermain bowling di Bandung yang sangat nyaman, baik tempat maupun dalam pelayanannya. Hampir setiap hari arena bermain yang berada di kawasan Dago ini kerap dikunjungi para pecinta permainan yang menggunakan bola khusus dan pin sebagai targetnya. Alasan mereka rata-rata sama, yaitu karena dago bowling terletak diposisi yang sangat strategis dan sebagai tempat favorit berkumpulnya anak muda.

Bermain bowling umumnya dilakukan masyarakat tertentu, hal tersebut karena hingga kini permainan ini dianggap masih ekslusif keberadaannya. Namun meski demikian ternyata penyuka bowling dari hari ke hari semakin bertambah. Penambahan ini terlihat dari mulai bermunculannya klub-klub pecinta bowling yang baru di Dago Bowling. Dengan klub ini pula biasanya para pecinta bowling melakukan berbagai olah keahlian atau sekedar sharing keterampilan bermain.

Didirikannya klub ini pula dimaksudkan mewadahi para pemula atau orang-orang yang mulai gemar bermain bowling. Tak jarang event justru diselenggarakan dengan konsep pertandingan antar klub yang selalu hadir dan sudah terdaftar di Dago Bowling.

Kebanyakan orang menggeluti permainan bowling hanyalah sebatas hobi dan untuk bersenang-senang. Namun tidak sedikit para atlet justru meraih prestasi dan penghargaan dari olahraga permainan yang menggunakan bola dengan bobot yang tidak biasa dan deretan pin ini.

Di kota besar seperti Bandung, bowling sudah menjadi gaya hidup masyarakat yang memiliki kesibukan dan aktivitas yang cukup padat. Pemilihan bermain bowling memang sangat tepat bagi orang-orang yang memiliki sedikit waktu luang dan tidak mau melewatkan hubungan bisnis dengan rekan kerja atau partner.

Karena disela-sela bermain bowling ini justru sebagian orang mempererat hubungan bisnisnya. “ Bowling sangat santai dimainkan, tidak seperti permainan olahraga yang lain. Jadi seringkali kami bicarakan sebuah rencana proyek di sela-sela bermain bowling”, ungkap Alex (32), seorang pengusaha kuliner dari Jakarta.

Bagi anak muda, bermain bow-ling dapat menjadi kegiatan positif yang mungkin malah melahirkan sosok berprestasi. Karena bermain bowling umumnya berkelompok atau dalam sebuah klub, maka tiap anak bisa memanfaatkan kebersamaan dengan membentuk hobi baru yang lebih mengarah pada peningkatan prestasi sekolah.

Meski pun berupa permainan, namun ternyata ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum bermain bowling. Setiap pemain harus menggunakan perlengkapan yang telah disesuaikan seperti sepatu dan sarung tangan khusus berikut alat pengamanan lainnya.

Perlengkapan tersebut dimaksudkan untuk mengurangi resiko dari kecelakaan dalam bermain bowling. Sepatu khusus yang digunakan biasanya telah sesuai dengan standar kualitas pemain tidak terpeleset saat melempar bola karena licinnya lantai.

Teknik bermain pun menjadi suatu hal yang harus dimiliki para pemain sebagai sebuah bekal dalam bermain bowling. Selain demi keamanan, teknik ini pun berguna untuk akurasi dalam membidik deretan pin. Dengan teknik tertentu yang dikuasai, biasanya para pemain merasa lebih nyaman saat bermain atau puas ketika bola yang dilemparnya menghasilkan strike.

Meski pun jarang pembimbing atau pelatih khusus untuk permainan bowling, namun bagi pemula dapat menghubungi piihak pengelola bowling. Biasanya mereka menyediakan tenaga yang akan memandu anda. Akan tetapi kemampuan bermain bowling rata-rata orang dapatkan dari kebiasaan berkumpul dalam sebuah klub.

Dalam klub inilah biasanya mereka saling berbagi ilmu tentang bermain bowling yang baik. Jika memang hasrat bermain bowling anda tinggi namun merasa belum terbiasa, jangan pernah ragu dan malu untuk bergabung dalam sebuah klub.

Umumnya klub bowling dibentuk dengan konsep having fun, jadi tak pernah terjadi saling ejek atas kemampuan bermain tiap anggotanya. Malah mereka selalu siap jika ada anggotanya meminta bimbingan dari anggota lain. Yang penting bergabung, bermain dan bersenang-senanglah.

Planet Dago lt.3, Bandung
Telepon : (022)2508464
Opening Hour : (Mon-Sun) 10:00 – 00:00
 

Wisata Alam Paling Romantis di Bandung, Cocok untuk Pre Wedding

Kontur alam Bandung yang dikelilingi kawasan pegunungan dan perbukitan menjadikan suasananya sangat sejuk. Bandung hadir dengan pesona keindahan alam yang tak ada duanya. Dengan kontur alam seperti itu, hal ini juga menjadikan Bandung memiliki begitu banyak spot wisata alam. Bahkan beberapa wisata alam yang ada di Bandung diklaim sangat cocok dijadikan tempat foto pre wedding karena kesan romantisme yang ditawarkan.

Wisata Alam Paling Romantis di Bandung
Wisata Alam Paling Romantis di Bandung

Anda yang berada di Bandung dan sedang mencari tempat untuk pre wedding, tentu tak akan sulit bagi Anda mencari spot yang tepat. Anda bisa datang ke beberapa tempat wisata di Bandung yang sangat romantis dengan konsep keindahan alam yang ditawarkan. Berikut informasi lengkap wisata alam paling romantis di Bandung yang sangat cocok sebagai tempat pre wedding Anda. Yuk cek dulu informasinya dibawah ini!

Wisata Alam Paling Romantis di Bandung

Dusun Bambu, Bandung

Jika Anda sedang mencari tempat prewedding di Bandung, Dusun Bambu merupakan tempat prewedding paling tepat untuk Anda. Tempat unik dan indah ini sangat cocok sebagai lokasi prewedding Anda dengan konsep pedesaan yang alami ditawarkan. Anda akan temukan danau yang indah dengan jajaran rumah kayu yang seolah – olah mengapung. Hasil foto yang bagus dan berkualitas tinggi akan Anda dapatkan. Pastikan juga Anda menggunakan jasa fotografer yang profesional untuk lebih memastikan hasil fotonya lebih bagus lagi. Untuk bisa mendapatkan foto prewedding tanpa gangguan, pastikan Anda datang ke Dusun Bambu di hari kerja agar tak ramai dengan lalu lalang wisatawan.

Taman Pinus Hutan Raya Juanda, Bandung

Tempat prewedding di Bandung yang satu ini memang memiliki daya tarik tersendiri. Selain dapat digunakan untuk foto prewedding, Taman Pinus Hutan Raya Juanda juga cocok dijadikan spot foto kekinian untuk diupload di media sosial. Lokasi Taman Pinus Hutan Raya Juanda berada di Dago Atas yang tidak begitu jauh. Pesona pinus yang akan membuat hasil foto prewedding terkesan natural akan Anda temukan. Abadikan moment bersama pasangan Anda disini.

Tebing Keraton, Bandung

Tebing Keraton merupakan suatu tempat hits di instagram yang baru – baru ini juga kerap menjadi pilihan foto prewedding kebanyakan calon pengantin. Anda dan pasangan bisa mendapatkan foto prewedding dengan konsep perbukitan dan pegunungan yang berlatarbelakangkan tumbuh – tumbuhan hijau. Lokasinya berada di atas ketinggian 1200 meter diatas permukaan laut dimana Tebing Keraton juga cocok dikunjungi ketika Anda sedang menunggu matahari terbit. Jika Anda dan pasangan ingin foto prewedding yang romantis namun tetap berkonsep alami, Anda bisa datang langsung menuju wisata yang satu ini.

Itulah apa saja wisata alam paling romantis di Bandung yang sangat cocok Anda kunjungi sebagai lokasi pre wedding Anda. Dapatkan hasil foto prewedding terbaik disana.

Spot Wisata Pantai di Taman Nasional Meru Betiri yang Harus Dijelajahi

Jika Anda kebetulan berkeliling di wilayah Jawa Timur, ada sebuah kawasan yang sangat direkomendasikan untuk menjadi tujuan wisata Anda. Kawasan tersebut adalah Taman Nasional Meru Betiri. Disinilah berjajar aneka tempat wisata berupa pantai dengan keindahan alam yang tak dapat diduakan.

Taman Nasional Meru Betiri
Taman Nasional Meru Betiri

Pesona alam yang sangat indah tersebut akan memberikan sejuta pengalaman wisata yang tak akan pernah bisa Anda lupakan. Taman Nasional Meru Betiri lokasinya berada di antara kabupaten Jember dan kabupaten Banyuwangi. Disanalah Anda akan menemukan aneka ragam akses wisata pantai terindah yang memberikan suasana liburan tak tergantikan. Anda yang tertarik untuk datang berkunjung kesana, berikut aneka spot wisata pantai di Taman Nasional Meru Betiri yang harus Anda jelajahi!

Spot Wisata Pantai di Taman Nasional Meru Betiri  

Wisata Pantai Bandealit

Pantai pertama yang sangat direkomendasikan untuk Anda kunjungi di Taman Nasional Meru Betiri adalah wisata Pantai Bandealit. Lokasinya berada di Taman Nasional Meru Betiri Jember. Kawasan hutan yang mengelilinginya menjadikan suasana pemandangan di sekitar pantai terkesan sangat cantik dan semakin cantik dilihat dengan mata telanjang.

Anda juga akan temukan suatu green house anggrek yang memiliki koleksi bermacam – macam jenis bunga anggrek sebagai spot berfoto Anda. Walau berada di area taman nasional, akan tetapi fasilitas wisata yang dapat Anda temukan disini sudah cukup lengkap. Untuk mendukung aktivitas wisata Anda, Anda juga bisa menyewa pondok wisata, bodyboard, camping ground, kano, speed boad dan masih banyak lagi yang lainnya.

Wisata Pantai Sukamade

Objek wisata Pantai Sukamade juga dikenal sebagai habitat berbagai jenis penyu. Anda akan temukan suatu penangkaran penyu dimana Anda juga dapat melihat dan menyaksikan penyu – penyu sedang bertelur disini. Untuk melihat para penyu yang sedang bertelur, Anda bisa datang di malam hari karena penyu hanya akan bertelur di malam hari dengan cara menepi di pinggir pantai kemudian membuat lubang untuk tempat telur – telurnya.

Selain Anda dapat menyaksikan pesona aneka penyu disini, beberapa fasilitas lain yang juga dapat Anda temukan di wisata pantai Sukamade yang masuk ke dalam kawasan Taman Nasional Meru Betiri ini adalah pondok wisata, camping ground, jalan trail wisata, information centre sampai dengan laboratorium.

Wisata Pantai Teluk Hijau

Pantai Teluk Hijau merupakan sebuah wisata pantai di Taman Nasional Meru Betiri yang paling cantik. Pasir putih berpadu dengan air laut berwarna biru tosca tentu akan membuat Anda semakin bertanya – tanya dalam hati tentang keindahan lain yang juga tersembunyi di beberapa titik yang lainnya. Dengan suasana yang mirip pantai – pantai yang ada di Lombok, Pantai Teluk Hijau menjadi sebuah spot foto terbaik Anda. Anda tak akan pernah bisa melupakan kecantikannya.

Tertarik untuk datang ke spot wisata pantai di Taman Nasional Meru Betiri? Datang saja ke beberapa spot wisata pantai di Taman Nasional Meru Betiri diatas. Temukan sejuta pengalaman berharga ketika berkunjung kesana.

Referensi: https://pigunigu.com/